Beranda / Profil Anggota MKKS / Profil Sri Wahyuningsih, S.Pd Kepala SMP Negeri 3 Palibelo

Profil Sri Wahyuningsih, S.Pd Kepala SMP Negeri 3 Palibelo

Sri Wahyuningsih, S.Pd. merupakan sosok pendidik yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan sejak tahun 2004. Lahir di Nata pada 16 Januari 1978, Sri Wahyuningsih tumbuh dalam keluarga yang turut menjadi bagian penting dalam pembentukan perjalanan hidupnya. Ia merupakan putri dari H. Abbas Husen dan Hj. Marjan. Saat ini, ia berdomisili di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, dan dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SMP Negeri 3 Palibelo. Perjalanan panjangnya sebagai guru hingga menjadi kepala sekolah menjadi gambaran tentang proses pengabdian, pengalaman, dan tanggung jawab yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Masa pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan dirinya. Sri Wahyuningsih menempuh pendidikan sekolah dasar pada tahun 1983–1989, kemudian melanjutkan pendidikan tingkat SMP pada 1989–1992 dan SMA pada 1992–1995. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) pada tahun 1995 dan menyelesaikannya pada 2001.  perjalanan pendidikan tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan langkah pengabdiannya di bidang pendidikan.

Langkah awal Sri Wahyuningsih dalam dunia pendidikan dimulai pada tahun 2004. Ia mengawali karier sebagai guru di Yayasan Kartika Makassar, dengan tempat tugas pertama di SD Kartika Makassar. Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk bagi perjalanan panjangnya sebagai seorang pendidik. Berhadapan langsung dengan peserta didik memberikan pengalaman berharga dalam memahami tugas seorang guru, bukan hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari proses membentuk generasi yang memiliki semangat belajar dan karakter.

Dalam perjalanan kariernya, Sri Wahyuningsih juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Bendahara BOS selama kurang lebih 10 tahun. Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan profesionalnya karena berkaitan dengan pengelolaan administrasi dan amanah dalam mendukung kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya terhadap berbagai aspek pengelolaan sekolah sekaligus menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya pada tanggung jawab yang lebih besar dalam kepemimpinan pendidikan.

Pengalaman kepemimpinan Sri Wahyuningsih semakin berkembang ketika ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang sarana pada periode 2024–2026. Dalam posisi tersebut, ia memperoleh pengalaman dalam menjalankan tugas manajerial dan mendukung kebutuhan sekolah, khususnya yang berkaitan dengan sarana. Pengalaman sebagai guru, Bendahara BOS selama bertahun-tahun, serta Wakil Kepala Sekolah menjadi bekal yang berharga ketika ia kemudian dipercaya untuk mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Momentum penting dalam perjalanan pengabdiannya terjadi pada 13 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, Sri Wahyuningsih diangkat sebagai Kepala Sekolah dan dipercaya memimpin SMP Negeri 3 Palibelo. Amanah tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Dari seorang guru yang memulai pengabdian pada tahun 2004, kemudian menjalankan berbagai tanggung jawab di sekolah, hingga akhirnya dipercaya memimpin satuan pendidikan, perjalanan tersebut menunjukkan adanya proses panjang yang diwarnai pengalaman dan kepercayaan.

Dalam menjalankan kepemimpinannya di SMP Negeri 3 Palibelo, salah satu kontribusi yang telah dicatat adalah keberhasilan membawa sekolah meraih juara pertama Tim Cermat Cermat tingkat kecamatan. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian yang memberikan warna pada awal kepemimpinannya. Selain itu, Sri Wahyuningsih juga pernah menerima Satyalancana 10 Tahun yang disebut diberikan oleh Presiden Prabowo. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan.

Di balik perjalanan profesionalnya, Sri Wahyuningsih memegang prinsip hidup yang sederhana tetapi sarat makna: “Dengan pendidikan kita bisa merubah dunia.” Prinsip tersebut menggambarkan keyakinannya terhadap kekuatan pendidikan dalam memberikan perubahan. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses pembelajaran di ruang kelas, melainkan jalan untuk membuka kesempatan, membangun kemampuan, dan mempersiapkan generasi masa depan. Dalam menjalankan tugasnya, ia juga menjadi bagian dari organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebagai wadah yang berkaitan dengan profesi dan pengabdian guru.

Kini, Sri Wahyuningsih menaruh harapan besar terhadap masa depan SMP Negeri 3 Palibelo. Ia bercita-cita menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai sekolah yang maju dan berprestasi. Kepada para guru dan tenaga kependidikan, ia berharap agar mereka menjadi guru yang dapat diteladani serta memiliki kemauan untuk terus belajar demi mencerdaskan anak bangsa. Sementara kepada peserta didik, pesannya adalah agar mereka menjadi siswa yang tidak mudah menyerah, belajar dengan giat, dan terus berusaha meraih prestasi. Harapan tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk membawa SMP Negeri 3 Palibelo terus berkembang dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi peserta didiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *