Hihayah, S.Pd. merupakan sosok pendidik yang telah mendedikasikan perjalanan hidupnya untuk dunia pendidikan, khususnya di Kecamatan Ambalawi. Ia lahir di Lintas Jati, Lumba Rite, Ambalawi, pada 30 Juli 1971. Perjalanan pengabdiannya sebagai guru hingga dipercaya menjadi kepala sekolah menunjukkan komitmen yang panjang dalam membangun dan memajukan pendidikan di daerahnya.
Pendidikan dasar Hihayah ditempuh di SDN Rite Ambalawi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 6 Bima dan menyelesaikannya pada tahun 1986. Semangat untuk terus belajar membawanya melanjutkan pendidikan menengah di SMA Alhidayah Bima hingga tamat pada tahun 1989.
Keinginan untuk memperdalam ilmu dan mempersiapkan diri sebagai tenaga pendidik kemudian mengantarkan Hihayah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar. Pendidikan tersebut diselesaikannya pada tahun 1993. Bekal pendidikan yang diperoleh menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya di bidang pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Hihayah kemudian memasuki dunia pengabdian sebagai pendidik. Pada tahun 2003, ia mulai menjalankan tugas sebagai guru bantu di SMPN 1 Ambalawi. Masa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, sekaligus menjadi ruang baginya untuk mengembangkan pengalaman, kompetensi, dan dedikasi dalam mendampingi peserta didik.
Pengabdian Hihayah memperoleh pengakuan dengan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2007 dan ditempatkan di SMPN 1 Ambalawi. Status tersebut semakin memperkuat tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Di sekolah tersebut, ia terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan berbekal pengalaman serta komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan.
Pengalaman dan dedikasinya dalam dunia pendidikan kemudian membawanya ke jenjang kepemimpinan sekolah. Pada tahun 2015, Hihayah dipercaya untuk menjalankan amanah sebagai Kepala SMPN 2 Ambalawi. Kepercayaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, karena selain bertanggung jawab terhadap proses pendidikan, ia juga dituntut mampu mengelola sekolah dan membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.
Setelah menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SMPN 2 Ambalawi, pada tahun 2022 Hihayah kembali dipercaya menjadi Kepala SMPN 1 Ambalawi. Penugasan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya karena SMPN 1 Ambalawi merupakan sekolah tempat ia memulai karier sebagai guru bantu pada tahun 2003. Kembalinya ia ke sekolah tersebut menjadi sebuah perjalanan yang mempertemukan kembali pengalaman masa lalu dengan amanah kepemimpinan yang lebih besar.
Perjalanan Hihayah, S.Pd. dari seorang guru bantu hingga menjadi kepala sekolah menggambarkan proses panjang yang dibangun melalui pendidikan, pengalaman, dan pengabdian. Lebih dari dua dekade berkecimpung dalam dunia pendidikan, ia terus mengambil bagian dalam upaya mencerdaskan generasi muda di Ambalawi. Kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di daerah tersebut, sekaligus mencerminkan bahwa kepemimpinan sekolah tumbuh dari pengalaman dan pengabdian yang dilakukan secara berkelanjutan.








