Dunia pendidikan di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Wera, mengenal sosok Suhartuty, S.Pd. sebagai seorang pendidik yang berdedikasi tinggi. Lahir di Bima pada tanggal 26 Agustus 1970, perempuan yang dikenal santun namun tegas ini telah mengabdikan sebagian besar masa hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Sebagai putri dari pasangan H. Hamzah dan Ibu Fatimah, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai-nilai moral yang kuat. Nilai-nilai kehidupan inilah yang kemudian membimbing setiap langkahnya sepanjang perjalanan karier sebagai seorang pendidik hingga kini dipercaya mengemban amanah besar di dunia pendidikan.
Langkah awal pembentukan karakter dan intelektual Suhartuty dimulai dari tanah kelahirannya di lingkungan pedesaan. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD No. 1 Nunggi, tempat ia pertama kali mengenal indahnya dunia literasi dan menimba ilmu-ilmu dasar. Menginjak usia remaja, ia melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Raba- Bima, sebuah tempat yang kelak di masa depan menjadi ruang utama pengabdian terpanjangnya. Guna melengkapi pendidikan menengah atas, ia memilih SMA Al Hidayah Bima, sebelum akhirnya memantapkan tekad merantau ke Sulawesi untuk menempuh pendidikan tinggi jenjang S1 di Universitas Muhammadiyah Makassar demi merajut cita-cita menjadi seorang guru profesional.
Tahun 1995 menjadi momentum bersejarah dalam hidup Suhartuty, di mana ia resmi memulai langkah pertamanya masuk ke dunia kerja sebagai seorang pendidik.. Pengalaman pada tahun-tahun pertama sebagai guru di sekolah ini membentuk mentalitasnya sebagai pendidik yang tidak hanya fokus pada materi ajar, tetapi juga sangat peduli pada pembentukan kepribadian anak didik.
Dedikasi Suhartuty yang tinggi membuat dirinya terus bertahan dan setia mengabdi di SMP Negeri 1 Wera tanpa pernah melakukan mutasi atau pindah tugas ke sekolah lain. Loyalitas yang tanpa batas ini membuat dirinya sangat memahami setiap sudut sejarah, karakter, serta kebutuhan perkembangan sekolah tersebut. Atas dasar kepercayaan, integritas, dan ketelitiannya yang tinggi dalam tata kelola administrasi, ia kemudian diberikan tanggung jawab krusial untuk mengemban jabatan sebagai Bendahara BOS. Jabatan penting ini ia laksanakan dengan penuh amanah selama sewindu, terhitung sejak tahun 2018 hingga tahun 2026.
Sebelum mencapai posisi puncaknya saat ini, kapasitas kepemimpinan Suhartuty juga telah teruji secara matang melalui pengalaman memimpin di luar sekolah negeri. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah IT Hidayatullah Wera selama tujuh tahun, yaitu dari tahun 2010 hingga 2017. Pengalaman berharga dalam memimpin satuan pendidikan swasta tersebut memberikan bekal manajerial yang kuat bagi dirinya. Kemampuannya dalam mengelola sekolah kian dipermatang secara akademis dan teknis melalui keikutsertaannya dalam Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) pada tahun 2025 yang lalu.
Buah dari pengabdian panjang dan kompetensi yang matang tersebut akhirnya mengantarkan Suhartuty pada babak baru kariernya pada tanggal 22 Juli 2026. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, ia resmi diangkat dan ditetapkan sebagai Kepala SMP Negeri 1 Wera.
Dalam memimpin sekolah, Suhartuty dikenal sebagai pribadi yang humanis namun memiliki komitmen tinggi yang bersumber dari prinsip dan motto hidupnya, yaitu selalu disiplin waktu. Bagi dirinya, waktu adalah refleksi utama dari tanggung jawab dan profesionalisme seorang aparatur pendidikan. Kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinannya juga teandai dari keaktifannya di luar jam sekolah, di mana ia dipercaya menjadi pengurus atau anggota Muhammadiyah di Kecamatan Wera untuk periode 2017–2020. Selain itu, dedikasi sosialnya di tengah masyarakat Wera juga terlihat dari keterlibatannya yang selalu dipercaya menjadi juri dalam setiap perlombaan memperingati HUT RI di tingkat kecamatan.
Langkah awal kepemimpinan Suhartuty di SMP Negeri 1 Wera langsung ditandai dengan kontribusi nyata yang melibatkan seluruh elemen sekolah. Ia menginisiasi perumusan tata tertib baru sekolah yang disusun secara partisipatif bersama para guru di dalam forum In-House Training (IHT). Tata tertib baru ini sengaja dirancang agar selaras dengan visi dan misi baru sekolah yang dicetuskan bersama. Melalui pendekatan kepemimpinan yang merangkul ini, ia berusaha membangun budaya sekolah yang tertib, kondusif, dan harmonis agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal bagi guru maupun siswa.
Seluruh arah kebijakan baru yang digagasnya tersebut bermuara pada satu harapan besar yang menjadi cita-cita bersamanya dengan dewan guru, yaitu mewujudkan pelajar CERDAS Berkarakter. Suhartuty menjabarkan makna “CERDAS” bukan hanya sekadar nilai akademik, melainkan sebuah akronim mendalam yang bernilai cakap, etis, religius, dinamis, amanah, dan santun. Ia menaruh harapan yang sangat besar agar guru dan tenaga kependidikan di sekolah ini dapat selalu disiplin dalam bekerja, sehingga mampu menjadi teladan. Dengan demikian, para peserta didik di SMP Negeri 1 Wera dapat tumbuh menjadi generasi masa depan yang tidak hanya berilmu luas, tetapi juga berakhlak mulia di tengah masyarakat.










