Sirajudin, S.Pd. merupakan sosok pendidik yang telah menapaki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dengan penuh ketekunan dan pengabdian. Lahir di Bima pada 3 April 1978 dan berdomisili di Dusun Ndora, Desa Samili, Kecamatan Woha, ia dikenal melalui kiprahnya sebagai guru sekaligus pemimpin sekolah. Perjalanan pengabdiannya membawanya dari ruang kelas hingga dipercaya memimpin sejumlah satuan pendidikan, dengan semangat untuk mendorong sekolah agar terus berprestasi dan bermartabat.
Masa pendidikan Sirajudin dimulai di SDN 3 Sanggar, kemudian dilanjutkan ke SMPN 1 Sanggar. Setelah itu, ia menempuh pendidikan menengah atas di SMAN 2 Kota Bima. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan kemudian membawanya melanjutkan pendidikan tinggi pada program S1 Pendidikan IPS Geografi. Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk bekal pengetahuan sekaligus karakter yang kemudian ia bawa dalam perjalanan panjang sebagai seorang pendidik.
Pengabdian Sirajudin sebagai guru dimulai pada 1 Desember 2000. Sekolah pertama yang menjadi tempat tugasnya adalah SMPN 15 Mataram. Dari sinilah perjalanan profesionalnya sebagai pendidik dimulai. Pengalaman berada di lingkungan sekolah dan berinteraksi dengan peserta didik menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk dirinya, sebelum kemudian melanjutkan pengabdian di Kabupaten Bima. Pada tahun 2010, ia mendapat tugas di SMPN 2 Woha.
Di SMPN 2 Woha, tanggung jawab Sirajudin berkembang tidak hanya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, tetapi juga dalam pengelolaan sekolah. Pada tahun 2019, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Pengalaman tersebut memberikan ruang baginya untuk terlibat lebih luas dalam pembinaan peserta didik dan berbagai dinamika pengelolaan sekolah. Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi salah satu tahapan penting menuju tanggung jawab yang lebih besar dalam kepemimpinan pendidikan.
Langkah berikutnya dalam perjalanan karier Sirajudin adalah ketika ia dipercaya memimpin SMPN 3 Sanggar sebagai Kepala Sekolah pada tahun 2021 hingga awal 2026. Kepercayaan tersebut didukung oleh kepemilikan Sertifikat Cakep dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/LPMP NTB pada tahun 2021. Selama memimpin SMPN 3 Sanggar, ia menjalankan berbagai program yang berorientasi pada penguatan sekolah, termasuk revitalisasi sekolah pada tahun 2025. Salah satu perhatian pentingnya adalah memastikan guru honorer masuk dalam Dapodik, memperoleh NUPTK, serta mendapat pengangkatan PPPK PW sesuai data yang diberikan. Ia juga mendorong perbaikan fisik sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru.
Kepemimpinan Sirajudin di SMPN 3 Sanggar juga ditandai dengan berbagai pencapaian sekolah dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Di bawah kepemimpinannya, sekolah meraih berbagai prestasi, antara lain juara pertama FTBI puisi tingkat Provinsi NTB dan Kabupaten Bima tahun 2024, juara pertama sekolah sehat tingkat Kecamatan Sanggar tahun 2023, serta berbagai prestasi dalam bidang olahraga, seni, dan kegiatan kemah tingkat kabupaten. Sekolah juga mencatat prestasi dalam BIVO, dangdut pelajar NTB, puisi, dan kegiatan lainnya. Salah satu kontribusi yang dikenang adalah pembangunan mushola sebagai tempat kegiatan ibadah di lingkungan sekolah. Atas berbagai kiprahnya, Sirajudin juga pernah menerima Satya Lencana 10 Tahun pada masa Presiden SBY tahun 2010.
Selain memimpin sekolah, Sirajudin juga aktif dalam lingkungan organisasi profesi kepala sekolah. Ia tercatat sebagai pengurus MKKS periode 2022–2025 sekaligus koordinator wilayah Kecamatan Sanggar dan Tambora. Pengalaman tersebut memperluas ruang pengabdiannya dalam membangun komunikasi dan kerja sama antarsatuan pendidikan. Pada Mei 2025, ia juga menjadi perwakilan Kabupaten Bima dalam FTB Nasional di Jakarta dari SMPN 3 Sanggar. Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada internal sekolah, tetapi juga pada partisipasi dalam kegiatan pendidikan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Di balik perjalanan kariernya, terdapat kisah perjuangan yang memperlihatkan keteguhan Sirajudin dalam menjalankan amanah. Ketika mendapat tugas di SMPN 3 Sanggar, ia harus menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar empat jam setiap hari. Jarak dan waktu tempuh tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi komitmennya terhadap tugas. Prinsip hidupnya sederhana namun kuat, yaitu “jadi diri sendiri.” Dalam menjalankan kepemimpinan, ia juga menerapkan perhatian terhadap kinerja warga sekolah dengan memberikan penghargaan kepada guru dan pegawai yang berkinerja baik setiap semester. Baginya, penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi yang diberikan untuk kemajuan sekolah.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya di SMPN 3 Sanggar pada awal 2026, perjalanan kepemimpinan Sirajudin berlanjut. Sejak 22 Juli 2026, ia dipercaya menjadi Kepala SMPN 4 Woha dan hingga kini menjalankan amanah tersebut. Di tempat tugas barunya, ia membawa harapan agar sekolah terus berkembang menjadi sekolah yang berprestasi dan bermartabat. Kepada guru dan tenaga kependidikan, ia berharap mereka dapat semakin menguasai teknologi informasi dan komunikasi (ITE), sementara kepada peserta didik ia berpesan agar terus berprestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Perjalanan Sirajudin, S.Pd. dari seorang guru yang memulai pengabdian pada tahun 2000 hingga dipercaya menjadi Kepala Sekolah merupakan kisah tentang ketekunan, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus mengambil peran dalam dunia pendidikan. Harapannya terhadap sekolah bukan sekadar pencapaian prestasi, tetapi juga lahirnya lingkungan pendidikan yang mampu mendorong guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk berkembang bersama. Dengan pengalaman panjang yang telah dilalui, ia kini melanjutkan pengabdiannya di SMPN 4 Woha dengan semangat yang sama: bekerja dengan kemampuan terbaik, menghargai setiap proses, dan membawa sekolah menuju prestasi serta martabat yang lebih baik.










