Sarifudin, S.Pd. merupakan sosok pendidik yang telah menapaki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SMP Negeri 8 Sape Satap. Ia lahir di Nae Sape pada 21 Juni 1983, dari pasangan Jamaluddin dan Hj. Hadijah. Berdomisili di Kowo Timur RT. 010 RW. 003, Desa Kowo, Kecamatan Sape, perjalanan hidupnya memperlihatkan ketekunan dalam mengabdikan diri sebagai guru sekaligus menjalankan berbagai tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan.
Masa pendidikan menjadi bagian penting dalam pembentukan perjalanan intelektual Sarifudin. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN No. 3 Sape, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Wera. Pendidikan menengah atas ditempuhnya di SMA Negeri 1 Sape. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di IKIP Mataram hingga memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bekal penting yang mengantarkannya memasuki dunia pengabdian sebagai seorang pendidik.
Langkah awal Sarifudin dalam dunia pendidikan dimulai pada tahun 2007 sebagai guru honorer. Selama periode 2007 hingga 2008, ia mengabdi di tiga lembaga pendidikan, yakni SD-SMP Negeri Satu Atap Poja, MTs Negeri Sape, dan MTs Darus Sakinah Sape. Masa pengabdian sebagai guru honorer menjadi pengalaman awal yang memperkenalkannya secara langsung dengan dinamika kehidupan sekolah, proses pembelajaran, serta tanggung jawab seorang pendidik dalam mendampingi peserta didik.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ketika ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dan mendapatkan tempat tugas pertama di SMP Negeri 1 Boleng, Dusun Terang, Desa Boleng, Kecamatan Manggarai Barat, wilayah Labuan Bajo. Ia mulai bertugas pada 1 April 2009 dan mengabdikan diri di sekolah tersebut hingga 1 Oktober 2022. Selama lebih dari satu dekade berada di SMP Negeri 1 Boleng, Sarifudin tidak hanya menjalankan tugas sebagai pendidik, tetapi juga dipercaya memegang sejumlah tanggung jawab administratif dan organisasi.
Di SMP Negeri 1 Boleng, Sarifudin pernah menjalankan tugas sebagai Operator Dapodik dan Bendahara Rutin. Tanggung jawab tersebut memberikan pengalaman berharga dalam pengelolaan administrasi sekolah dan data pendidikan. Di luar tugas kedinasan, ia juga dipercaya menjadi Wakil Sekretaris PGRI Kecamatan Boleng. Berbagai amanah tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman profesionalnya, khususnya dalam memahami bahwa pengelolaan pendidikan membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja bersama.
Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di SMP Negeri 1 Boleng, Sarifudin mulai bertugas di SMP Negeri 7 Sape Satap pada 1 November 2022. Di sekolah tersebut, ia kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban sejumlah tanggung jawab, termasuk sebagai Bendahara BOS. Ia juga memperoleh pengalaman sebagai Wakil Kepala Sekolah di SMP Negeri 7 Sape Satap. Pengalaman tersebut menjadi tahapan penting dalam perjalanan kepemimpinannya karena memberinya kesempatan untuk terlibat lebih dekat dalam pengelolaan sekolah, koordinasi, serta pelaksanaan berbagai tugas kelembagaan.
Puncak perjalanan karier Sarifudin hingga saat ini terjadi pada 22 Juli 2026, ketika ia diangkat sebagai Kepala SMP Negeri 8 Sape Satap. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui pengalaman sebagai guru, pengelola administrasi, pengurus organisasi profesi, bendahara, serta Wakil Kepala Sekolah. Sebelum dipercaya memimpin sekolah tersebut, ia telah melewati berbagai lingkungan kerja dan tanggung jawab yang memberikan pengalaman beragam dalam dunia pendidikan. Data mengenai dasar atau proses resmi pengangkatannya sebagai Kepala Sekolah belum tersedia.
Sebagai Kepala SMP Negeri 8 Sape Satap, Sarifudin memasuki babak baru dalam pengabdiannya. Peran kepala sekolah menuntut tanggung jawab yang lebih luas, bukan hanya dalam pelaksanaan pendidikan, tetapi juga dalam menggerakkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan bersama. Dengan pengalaman panjang yang telah dilaluinya, ia memiliki bekal perjalanan profesional sebagai guru dan pengelola sekolah untuk menjalankan amanah tersebut. Adapun program unggulan, prestasi atau penghargaan, serta kontribusi khusus yang telah dilakukan selama masa kepemimpinannya belum tercantum dalam data yang tersedia.
Kini, perjalanan Sarifudin, S.Pd. terus berlanjut bersama SMP Negeri 8 Sape Satap. Dari seorang guru honorer yang memulai pengabdian pada 2007, kemudian menjadi PNS, menjalankan berbagai tugas administrasi dan organisasi, hingga dipercaya sebagai Wakil Kepala Sekolah dan akhirnya Kepala Sekolah, perjalanan tersebut menjadi gambaran tentang pentingnya ketekunan dalam membangun karier di dunia pendidikan. Harapan khusus Sarifudin untuk sekolah, guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta masyarakat belum disampaikan secara khusus dalam data. Namun, amanah sebagai Kepala Sekolah menjadi ruang baru baginya untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan melalui pengalaman yang telah ditempa selama bertahun-tahun.










