Sofyan, S.Pd. lahir di Bima pada 4 April 1986. Ia adalah seorang pendidik yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk dunia pendidikan. Putra dari Mayor, H. Ibrahim dan Nurbaya ini kini berdomisili di Doridungga, Kecamatan Donggo. Perjalanan hidup dan kariernya menunjukkan sebuah proses panjang yang dibangun melalui pendidikan, pengabdian, pengalaman, serta kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memikul tanggung jawab sebagai pemimpin satuan pendidikan.
Perjalanan pendidikan Sofyan dimulai di SDN Inpres Nggeru. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Bolo, kemudian SMAN 1 Bolo. Keinginan untuk terus belajar membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Kanjuruhan Malang, dengan konsentrasi pada Pendidikan Fisika, hingga memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Perjalanan pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk wawasan, pengetahuan, dan karakter dirinya sebagai seorang pendidik.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Sofyan memulai pengabdiannya sebagai guru pada tahun 2008. Sekolah pertama yang menjadi tempatnya mengabdikan diri adalah SMPN 4 Bolo. Di tempat inilah langkah awalnya sebagai seorang pendidik dimulai. Menjadi guru tidak hanya mengajarkannya bagaimana menyampaikan ilmu kepada peserta didik, tetapi juga memberikan pengalaman tentang pentingnya kesabaran, tanggung jawab, kedisiplinan, keteladanan, dan kemampuan memahami kebutuhan peserta didik.
Pada tahun 2009, Sofyan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia tetap menjalankan tugas di SMPN 4 Bolo hingga tahun 2016. Selama bertahun-tahun berada di lingkungan sekolah, berbagai pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai pendidik menjadi bagian penting dari proses pembentukan dirinya. Tahun demi tahun, ia semakin memahami bahwa tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.
Pada tahun 2016, Sofyan mengalami mutasi tugas ke SMPN 3 Donggo. Pengalaman di lingkungan sekolah yang baru memberikan ruang baginya untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman dalam menjalankan tugas pendidikan. Dedikasi dan pengalaman yang dimilikinya kemudian mendapat kepercayaan lebih besar ketika pada periode 2020–2023 ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah. Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kepemimpinannya karena memberikan kesempatan untuk memahami pengelolaan sekolah dari sisi yang lebih luas.
Perjalanan panjang sebagai guru dan pengalaman sebagai Wakil Kepala Sekolah menjadi bekal penting ketika Sofyan kembali memperoleh amanah yang lebih besar. Pada 22 Juli 2026, ia diangkat sebagai Kepala Sekolah dan mendapat kepercayaan untuk memimpin SMPN 7 Donggo Satap. Pada tahun yang sama, perjalanan tugasnya juga berlanjut melalui mutasi dari SMPN 3 Donggo ke SMPN 7 Donggo Satap. Kepercayaan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya, sekaligus sebuah amanah untuk membawa sekolah menuju arah yang lebih baik.
Sebagai Kepala Sekolah, Sofyan memandang kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab. Dalam menjalankan tugasnya, ia memiliki harapan agar lembaga pendidikan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, membentuk karakter yang baik, serta menyediakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Pengalaman panjang sebagai guru dan Wakil Kepala Sekolah menjadi dasar penting dalam memahami bahwa kemajuan sekolah membutuhkan kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
Salah satu prinsip hidup yang menjadi pegangan Sofyan adalah “Diam tertindas, mari bangkit melawan.” Prinsip tersebut menggambarkan semangatnya untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Baginya, perjalanan sebagai pendidik adalah perjalanan yang membutuhkan keberanian untuk terus bergerak, belajar, dan memperjuangkan hal-hal yang baik bagi pendidikan. Dari perjalanan sebagai guru sejak tahun 2008 hingga dipercaya menjadi Kepala Sekolah pada tahun 2026, setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian yang membentuk dirinya.
Ke depan, Sofyan berharap para guru dan tenaga kependidikan senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan hukum yang aman dalam menjalankan tugas mendidik. Ia juga berharap guru dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas utama pembelajaran tanpa terbebani administrasi yang terlalu berat serta terus menjadi inspirasi dalam membentuk karakter generasi bangsa. Kepada peserta didik, ia berharap agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, keberhasilan peserta didik bukan hanya diukur dari tingginya nilai akademik, tetapi juga dari kuatnya karakter dan kepedulian sosial. Kepada orang tua dan masyarakat, ia berharap adanya dukungan serta kerja sama yang baik untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. Dengan semangat pengabdian dan pengalaman yang telah dilalui, Sofyan, S.Pd. bertekad menjalankan amanah sebagai Kepala Sekolah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan SMPN 7 Donggo Satap dan masa depan generasi penerus bangsa.










